Rabu, 20 April 2011

PENGLIHATAN by Janet Balderas (8 tahun)

Saya ingin menceritakan kepada anda pengalaman saya bersama Tuhan Yesus. Kami berada di gereja dan kuasa Allah memenuhi kami. Saya terjatuh ke lantai dan merasakan kehadiran Allah di dalam saya. Dan mulailah suatu penglihatan nampak kepada saya.

Dalam penglihatan, saya melihat ada dua jalan. Jalan yang satu sangat lebar, dan banyak orang berjalan di jalan itu, tetapi mereka berjalan menuju pada kehancuran mereka. Jalan yang kedua sangat sempit. Saya melihat banyak orang yang berjalan di jalan itu, memuji dan memuliakan Tuhan.

Sementara saya berada di lantai saya melihat seorang penunggang kuda datang. Tuhan mendekati tempat dimana saya berada. Diulurkan tangan-Nya, dan saya merasakan roh saya keluar dari tubuh saya dan saya didekap-Nya. Kami mulai menunggang kuda, menanjak dan berhenti di tempat yang tidak tinggi ataupun rendah. Dia berkata kepada saya, "Lihat anak-Ku, telah Kukatakan bahwa Aku datang membawamu, dan itulah yang Kulakukan sekarang, sebab apa yang keluar dari mulut-Ku, Aku menggenapinya. Apa yang kukatakan, itu yang Kuperbuat. Itulah sebabnya Aku membawamu ke tempat ini. Pertama-tama akan Kutunjukkan kepadamu luka-luka-Ku, agar engkau dapat menghargainya dan tak pernah melupakan apa yang telah Kuperbuat bagi kamu sekalian."

Kami tiba di Takhta Allah dan Tuhan menunjukkan kepada saya dimana paku-paku itu terletak dan bagian tubuh-Nya yang tertikam. Dia menangis. Kulihat bekas-bekas luka dan bilur-bilur yang telah ditanggung-Nya bagi kita semua. Dia berkata, "Lihat anak-Ku, banyak diantaramu yang tidak menghargai semua yang telah Kuperbuat bagi kalian, banyak diantaramu lupa bahwa Aku telah mati disalibkan bagimu. Kurasakan sakit, anak-Ku. Rasa sakit yang sangat saat Umat-Ku menyangkal-Ku, seperti membuka luka-luka itu kembali, sangat menyakiti-Ku. Seolah-olah mereka menyalibkan-Ku kembali." Saya melihat Tuhan menangis, sakit saat kita mengecewakan-Nya.

Tuhan berkata, "Anak, akan Kutunjukkan saatnya, bagaimana kedatangan-Ku akan terjadi." Saya berkata, "Tuhan telah banyak yang telah saya lihat, mengapa Tuhan menunjukkan kepada saya yang lebih?" Kami tiba di Takhta Allah, saya melihat ribuan malaikat berkumpul. Kami mulai turun, dan berhenti pada awan-awan putih yang indah. Tuhan katakan, "Anak-Ku, perhatikan baik-baik, beginilah saatnya Aku datang kembali, inilah kedatangan-Ku."

Saya melihat orang-orang terangkat di keempat penjuru bumi, memuji dan menyembah nama Tuhan, dipenuhi kuasa Allah, berpakaian putih dan terangkat. Mereka menyanyikan lagu indah, "Kudus,Kudus, Kuduslah, ya Tuhan! Terima kasih, Bapa! Sebab Engkau telah mengangkat kami! Terima kasih, Tuhan, sebab Engkau telah mengangkat kami!"

Saya melihat berbagai jenis orang, tinggi, pendek, hitam, putih. Semua orang, dan semua malaikat terangkat bersama-sama ke arah dimana kami berada. Semuanya penuh ucapan syukur bagi Tuhan, mereka semua berkata, "Kudus! Kudus! Kuduslah Tuhan!" Sangat luar biasa! Saya melihat banyak orang dan berpikir saya mengenal mereka. Mereka semua dipenuhi kemuliaan Allah.

Setelah itu kami tiba pada Takhta Allah, Tuhan berkata, "Anak-Ku, marilah." Kami keluar dari ruangan Takhta dan tiba di suatu tempat berjendela kecil. Tuhan berkata, "Anak-Ku, pandanglah ke bawah." Saya melihat pemandangan yang buruk, pemandangan yang dahsyat; seluruh bumi penuh kesulitan dan penderitaan. Tuhan berkata, "Lihat Anak-Ku, inilah yang akan terjadi setelah Kujemput Umat-Ku dari bumi. Kejadian ini setelah kedatangan-Ku, kejadian ini setelah Gereja-Ku berada disini bersama-Ku." Kulihat pemandangan yang sangat dahsyat.

Saya melihat orang merayakan sesuatu sejenak, lalu saya melihat seorang ayah mencari anak lelakinya, seorang ibu mencari anak-anak perempuannya, namun tak menemukan, karena Allah yang Mahakuasa telah membawa mereka. Keluarga mencari keluarganya namun tak menemukannya. Orang-orang mencari tetangganya namun tak menemukannya, sebab Tuhan telah mengangkat mereka bersama-sama dengan Dia.

Sesuatu yang dahsyat telah terjadi di seluruh bumi. Saya melihat pendeta berlari dari satu tempat ke tempat lain.
  • Saya bertanya, "Tuhan, mengapa orang itu berlari kian kemari?"
  • Tuhan menjawab, "Anak-Ku, orang ini seorang pendeta, namun karena dia mengira Aku akan datang berlambat-lambat, maka diapun tertinggal. Dia tak mengira Aku datang sekarang, dia mengira saat kedatangan-Ku masih sangat lama. Itu sebabnya dia tertinggal."
  • Pendeta itu berlari kian kemari dan berkata, "Tuhan, mengapa saya tertinggal di belakang? Jika saya seorang Pendeta, jika saya mempunyai posisi dalam gereja, dan gereja telah pergi, saya tertinggal? Mengapa?"
  • Tuhan menjawab, "Anak, Aku tak dapat berbuat sesuatu sekarang, dia mengira kedatangan-Ku akan diperlambat, sebab itu, dia tertinggal."

Saya melihat orang itu disiksa. Dia berkata, "Saya mau diangkat bersama Yesus! Saya mau ikut Tuhan sebab saya tak mau disini dan menderita dalam kesusahan yang besar ini!" Dia terus berlari kian kemari dan bertanya kepada dirinya, "Mengapa saya tertinggal? Bawalah saya dengan-Mu, Tuhan! Saya tak mau disini dan menderita!" Tuhan berkata, "Anak-Ku, tak ada yang dapat Kuperbuat sekarang, sekian lama Aku telah berbicara dengannya dan berkata bahwa Aku datang segera, namun dia tidak mempercayai-Ku. Nah, sekarang dia tertinggal."

Saya melihat orang-orang berlari kian kemari. Sangat banyak, putus asa, mencoba mencari damai, namun tak menemukan. Mereka berteriak, "Kami inginkan Firman Hidup! Kami haus Firman Allah!" Namun sudah terlambat, sebab Tuhan telah membawa gereja bersama-Nya. Saya melihat anak-anak muda perempuan dan lelaki berlari di hutan, dan gunung-gunung mencoba mencari damai. Namun tidak menemukannya. Tuhan berkata, “Anak-Ku, Aku telah membawa gereja-Ku, sekarang setanlah yang mengontrol.” Setan mengontrol dan kesusahan sedang terjadi dibumi! Orang-orang berlari dari satu tempat ke tempat lain. Mereka mau memakan sesamanya hidup-hidup, dan tarik menarik rambut, menyalahkan satu sama lain dan saling menyakiti, sebab mereka ingin kedamaian, namun tak menemukannya! Keadaan di bumi sangat sulit sebab Tuhan telah membawa Gereja-Nya.

Masa sukar di bumi, saya melihat banyak hal buruk. Banyak orang menyakiti satu sama lain, mengatakan, "Kami inginkan kasih! Kami inginkan damai!" Namun terlambat! Tuhan berkata, "Lihat Anak-Ku, Aku telah berbicara kepada mereka, Aku telah mengetok pada pintu hati orang-orang ini, namun mereka tak mau menemui-Ku. Nah, sekarang mereka tertinggal, dan tak ada yang dapat Kulakukan bagi mereka sekarang. Mengapa? Sebab Aku telah membawa Gereja-Ku bersama-Ku. Sementara umat-Ku berada di sorga dengan-Ku menikmati perjamuan kawin anak Domba, sementara orang-orang ini dalam penderitaan, akan ada tangisan dan kertak gigi. Sebab mereka tidak menuruti Firman-Ku, mereka lebih suka mengejek dan mengkritik Firman-Ku."

TUHAN YESUS Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar