Jumat, 22 April 2011

KESAKSIAN DARI KERUSUHAN MEI 1998, Kisah Pertobatan Christian Andryansah

Sudah jamak jika kita
mendengar kesaksian dari
para saksi mata mau pun
korban dari suatu kejadian.
Tetapi kali ini saya
mendapatkan sebuah kisah
kesaksian yang justru dari
pelaku tindakan kekerasan.
Saya melihat bahwa ada
suatu hal yang dapat dipetik
dari cerita ini, yaitu: jamahan
kasih Allah. Ya, pelaku tindak
kekerasan dijamah hatinya
oleh Yesus Kristus sehingga
hidupnya berubah 180
derajat.
Sungguh indah, Yesus pergi
meninggalkan 99 domba yang
tidak tersesat untuk mencari
domba yang sesat. Betapa
gemuruhnya Sorga dengan
nyanyian puji-pujian kepada
Allah ketika si domba yang
tersesat telah ditemukan.
Dalam kisah ini Yesus
sendirilah yang menemukan
si domba tersesat.
Berikut adalah kisah
kesaksian Andryansah:
Awalnya saya mengenal Isa
Almasih berawal dari
kejadian yang hampir tidak
masuk akal. Bermula dari
kerusuhan mei 1998 pada
waktu itu.
Sebelum saya mengenal Isa
Almasih, saya di didik oleh
orang tua saya maupun para
ulama baik di bangku
sekolah, musholla, maupun
masjid bahwa orang di luar
penganut Islam adalah kafir
dan Islam merupakan ajaran
yg paling benar dari segala
kitab yang ada di muka bumi
ini, dan yang paling utama.
Apabila ada di antara kami yg
dapat mengenyahkan
penganut di luar Islam,
adalah merupakan suatu
pahala yg besar, sebab
menurut apa yg telah mereka
ajarkan kepada saya inti nya
adalah penganut di luar Islam
merupakan jamaah syaithon
yang harus segera di
musnahkan dari muka bumi
ini. Dan bahaya yg paling
besar pada saat itu adalah
kaum nashara (Nasrani)
yang selalu berkembang di
Indonesia secara perlahan-
lahan yang mana pada saat
itu saya selalu di cekoki
pelajaran yg terdapat di
dalam quran maupun hadist.
Begitulah bagaimana sikap
saya yang bagaikan iblis
semula sebelum mengenal Isa
Almasih yang mulia di bumi
maupun akhirat dengan
kasihNya.
Dan pada suatu waktu
tepatnya awal kerusuhan Mei
1998, saya bersama kawan-
kawan saya (penganut Islam)
mengendarai sepeda motor
beramai-ramai dengan tujuan
untuk menjarah toko-toko
milik non muslim. Sebelum
kami berangkat melakukan
hal tersebut, sebenarnya
saya enggan mengikuti
mereka karena keluarga
kami pun orang yg hidup di
atas rata-rata dan hal
tersebut sepertinya
merupakan sesuatu yg
memalukan. Dan pada saat itu
saya telah menyelesaikan
study di perguruan tinggi
dan saya masih dalam status
penggaguran dan hal inilah
yg membuat saya mengikuti
ajakan teman saya, terutama
apalagi bila ada salah satu
dari mereka berteriak mari
kita hancurkan para kafir,
hal inilah yg membuat
semangat saya menggebu-
gebu.
Sampai pada suatu saat kami
telah sampai di depan toko
yg bernama El-Shadai, dan
kami yakin bahwa toko itu
adalah toko milik kafir
Nasrani. Dan akhirnya
kamipun melempari toko tsb
sambil meneriakan
Allahuakbar bersama-sama
dan meneriakan "kafir,
keluar lu dari dalam toko lu!"
Pada waktu itu ada beberapa
orang yg berhamburan
keluar. Salah satu dari
mereka mengendarai motor
untuk melarikan diri dari
kami. Kami melihat pria itu
mengenakan kalung salib di
lehernya. Lalu teman saya
yang bernama Sultan (nama
samaran) berseru kepada
saya, "Ndry, mari kita kejar
dia!"
Saya pun bergegas untuk
membonceng teman saya.
Sebelum saya membonceng
motor kawan saya, saya
mengambil sepotong besi.
Dan akhirnya kami pun
mengejar pria itu. Dan yg
mana pada waktu itu
keadaan di jalan sangat
carut marut, tetapi pria itu
tetap menancap gas. Mungkin
saking takutnya berusaha
menyelamatkan diri dari
kejaran kami. Kawan saya
pun mempercepat laju
motornya. Berhubung motor
yg kami tunggangi adalah
motor king sedangkan pria
tersebut menggunakan motor
bebek, maka perlahan-lahan
kami dapat menyusulnya.
Pada suatu saat pria itu
membelokkan motornya pada
persimpangan dengan
cepatnya. Dan pada saat
itulah kami tidak tahu
darimana mobil tersebut
datang. Seingat saya,
kamipun akhirnya menabrak
mobil tersebut dan saya
serasa terbang di udara.
Sesudah itu saya tidak sadar
lagi.
Pada waktu saya sadar,
saya melihat banyak
kerumunan di sekitar saya.
Dan dengan reflek saya
mencari teman saya untuk
melihat kondisinya. Lalu saya
pun memisahkan diri untuk
mencari teman saya dari
kerumunan orang tersebut.
Tetapi saya tidak tahu
mengapa orang tersebut
masih berkerumun di tempat
saya berada tadi. Lalu saya
pun melangkah ke jalan, dan
saya mendapati kerumunan
di sisi jalan yang lain. Saya
pun berpikir itu pasti teman
saya. Lalu saya pun
melangkah mendekatinya.
Tiba-tiba saya berhenti
sontak di tengah jalan
karena saya melihat di
beberapa kerumunan teman
saya, saya melihat teman
saya jadi dua. Dan ada
banyak orang yg berwajah
bengis dan hewan kurus
seperti anjing yg hendak
memperebutkannya. Saya
mengucek mata saya sebab
saya pikir saya masih belum
sadar. Setelah itu saya
melihat teman saya yang ada
dua tersebut. Salah satunya
di seret-seret oleh mereka
untuk keluar dari kerumunan
tersebut. Dan teman saya itu
berteriak, "Ndry, Ndry,
tolong saya!" Saya pun tak
berani melangkah karena
saya takut. Dan saya tetap
diam terpaku di tengah jalan
raya tersebut.
Pada waktu itu ada sinar
datang dari sebelah kanan
saya. Waktu saya menoleh,
ternyata mobil ambulance pas
di samping kanan saya dan
menabrak saya. Saya pun
tersontak dan menyebut
Masyaallah sambil
memejamkan mata. Tetapi
mobil itu serasa melintasi
tubuh saya. Lalu sayapun
membuka mata saya dan
dengan reflek saya
memegang tangan saya
sendiri. Lalu saya pun melihat
mobil ambulance tersebut
berhenti pas di tempat saya
jatuh tadi. Dan yang membuat
saya terdiam seribu bahasa
adalah ketika saya melihat
tubuh saya dimasukkan ke
dalam ambulance tersebut.
Hal ini yg membuat saya
seperti gila. Sayapun
akhirnya berlari tanpa tujuan
dan saya tidak berani
mendatangi kerumunan di
mana saya jatuh sebelumnya
karena saya takut setelah
melihat kejadian teman saya.
Tidak jelas kemana saya
berlari, tiba tiba saya sampai
di sebuah taman dan saya
duduk sambil menangis.
Apakah saya sudah mati?
Saya terus mencubit-cubit
tangan saya, tapi saya tidak
merasakan apapun. Lalu
saya menangis lebih keras.
Dan sayapun tersungkur
menangis di atas tanah. Dan
pada saat saya tersungkur,
saya melihat sepasang kaki
di depan mata saya. Sayapun
sontak mundur ke belakang
karena saya teringat
langsung apa yg dialami
teman saya. Tapi pada saat
saya mau bangun dan
melarikan diri, saya seperti
lumpuh tidak bisa bergerak.
Dan saya pun memberanikan
diri untuk menatap siapakah
yg ada di depan saya. Tapi
saya tidak bisa melihat
wajahnya karena sangat
silau. Dan hal itu membuat
saya pasrah dan
menundukkan muka.
Lalu orang yg berpakaian
putih di depan saya itu pun
bertanya kepada saya,
" Nak, mengapa engkau
menganiaya AKU?"
Lalu saya pun menjawabnya,
" Setan, pergi kau jangan
ganggu saya!"
Sayapun akhirnya
mengucapkan ayat-ayat
kursi untuk mengusirnya.
Lalu Dia pun berkata lagi
" Nak, mengapa engkau
menganiaya Aku?"
Sayapun masih melafalkan
ayat kursi di bibir saya dan
saya mengucapkan "Ya
Allah, usirlah setan itu dari
hadapanku. "
Lalu Dia berkata lagi, "Nak,
apakah kesalahanKu hingga
kau menganiaya Aku ?"
Lalu setelah saya sadar ayat
kursi tidak ampuh untuk
menghadapi-Nya, sayapun
tersungkur di bawah kakiNya
dan menangis tersedu-sedu
dan akhirnya akupun
menjawabnya, "Saya tidak
tahu kenapa saya
melakukannya. Maafkanlah
saya. "
Dan saya pun meraung-
raung di bawah kakinya. Dan
Diapun berkata, "Bangunlah.
Jangan takut. Peganglah
tanganKu. " Dan sayapun
berdiri di depanNya sambil
menundukkan muka saya
(dan pada waktu itu sayapun
masih berpikir bagaimana
cara melarikan diri dariNya).
Sepertinya Dia tahu pikiran
saya, dan Dia berkata lagi,
" Jangan takut akan Aku
karena Aku lembut dan
murah hati. "
Dan akhirnya saya pun
memberanikan diri untuk
menatapNya. Saya
merasakan kesedihan yg ada
di hati saya menjadi sirna
seketika dan saya pun
memberanikan diri untuk
bertanya kepadaNya,
" Siapakah kamu
sesungguhnya?"
Lalu Dia menjawab, "Akulah
yang selalu di perdebatkan
oleh banyak anak manusia.
Akulah jalan yang lurus.
Akulah yang telah
membangkitkan orang dari
kematian. "
Setelah saya mendengar Dia
berkata "Akulah yang telah
membangkitkan orang dari
kematian ", sayapun
langsung tersadar bahwa
Dialah Isa Almasih atau
Yesus Kristus yang banyak
sekali dipuja puja oleh kaum
Nasrani sebagai TuhanNya.
Lalu sayapun tersungkur di
bawah kakiNya kembali dan
pada saat itu secara tak
sadar saya memperhatikan
kakiNya yg mempunyai tanda
berlobang bekas luka. Saya
pun berkata "Ya Nabi Isa,
ampunilah segala sesuatu
yang pernah saya perbuat
terhadap pengikutMu.
Ampunilah saya. "
Dan sayapun menangis
kembali karena merasa
berdosa terhadapNya. Lalu
dia pun berkata, "Mengapa
kamu menganiaya mereka?"
Sayapun menjawabNya,
" Saya tidak tahu. Atau
mungkin karena mereka
menganggapMu sebagai Allah
dan menduakan Allah ?"
Lalu Dia pun berkata "Segala
apa yang ada padaKu adalah
milik BapaKu yang di Sorga.
Dan segala apa yang ada
pada BapaKu di Sorga adalah
MilikKu juga, karena olehNya
segala kekuasaan baik di
bumi maupun di sorga telah
dise rahkanNya kepadaKu.
Karena Aku dan Bapa adalah
satu. Begitu juga kau, kau
sekarang adalah milikKu. "
Sayapun masih menangis di
bawah kakiNya pada saat Dia
menerangkan tentang siapa
diriNya sebenarNya, yaitu
Dia adalah Allah itu sendiri.
Lalu sayapun berkata, "Ya
Isa Allahku, ampunilah segala
sesuatu yang pernah saya
lakukan. "
Di sinilah saya pertama kali
menyatakan Isa adalah Allah
saya. Lalu Isa Almasih
berkata, "Pulanglah dan
beritakanlah tentang Aku,
tentang apa yang pernah
kau lihat. Aku akan menyertai
kalian semua hingga zaman
akhir. "
Dan pada saat itu pula
sontak saya terbangun.
Ternyata saya sudah berada
di Rumah Sakit, tepatnya di
ruang ICU kurang lebih
selama 2 minggu dalam
keadaan koma. Pada saat
saya terbangun, saya
langsung menangis dan
menyebut, "Ya Isa, ya
Tuhanku, ampunilah saya."
Pada saat itu ibu dan
saudara-saudara saya
sedang menunggu di luar dan
bergegas masuk saat
mendengar suara saya.
Tetapi kebanyakan dari
mereka heran mengapa saya
menyebut Isa sebagai Tuhan
saya. Banyak di antara
mereka yg menganggap saya
kerasukan iblis membaca
ayat kursi bersama sama. Ini
membuat saya tertawa
terpingkal-pingkal setiap
saya mengingat mereka
melakukan hal tersebut.
Akhirnya sayapun dibawa
pulang ke rumah setelah
kondisi saya membaik. Pada
saat itu merupakan
kegoncangan iman yg
terbesar dalam hidup saya,
tentang apa yg pernah saya
percayai sebelumnya, yg
selalu penuh dengan
kekerasan, iri, dan dengki.
Dan saya mengingat tentang
pertemuan saya dengan
Tuhan kita Yesus Kristus,
betapa baiknya Dia terhadap
saya. Dia tahu saya telah
menganiaya pengikutNya,
seharusnya Dia memenggal
kepala saya, tetapi Dia malah
mengampuni saya dan
mengembalikan Roh saya
menyatu kembali denganjiwa
dan tubuh saya. Padahal ibu
saya pernah berkata bahwa
pada saat saya di rumah
sakit dokter telah
mengatakan bahwa saya
telah mengalami pendarahan
otak dan mustahil bisa di
sembuhkan. Dan sekalipun
saya sembuh, saya akan
mengalami kelumpuhan total.
Banyak para dokter yg
merasa aneh pada kejadian
saya yg ajaib.
Dan apabila mereka bertanya
saya hanya menjawab Isa
atau Yesus Kristus lah yg
menyembuhkan saya.
Kadang-kadang hal ini
membuat mereka yg belum
menerima Yesus di dalam
hatinya menganggap saya
kerasukan iblis. Begitu juga
saudara-saudara saya
maupun bapak saya sendiri.
Sehingga sering bapak saya
mengundang para kiai
maupun dai untuk
mengkotbahi saya.
Lalu saya bertanya kepada
mereka, "Sudahkah kalian
pernah merasakan
kematian ?"
Merekapun jawab, "Belum."
Lalu sayapun bilang kepada
mereka, "Percayalah kepada
Isa, karena Isa lah yang
menyelamatkan saya dari
kematian. "
Akhirnya banyak dari antara
mereka yg pergi dengan hati
yg dongkol.
Untungnya bapak saya
merupakan muslim yg liberal.
Akhirnya sayapun
menceritakan tentang semua
kejadian yg pernah saya
alami pada waktu itu.
(mungkin bapak saya
mendengarkannya dengan
cara masuk kuping kiri,
keluar kuping kanan).
Akhirnya bapak saya
berkata, seandainya apa yg
saya alami itu memang benar,
maka bapak akan mengucap
sukur kepada Nabi Isa yg
telah menyelamatkan saya.
Dan sayapun selalu berdebat
dengan bapak saya. Sampai
akhirnya saya berkata
kepada bapak saya,
" Sungguh apa yang semua
saya alami adalah benar
karena saya melihatnya
dengan kepala dan mata
saya sendiri. "
Dan bapak sayapun bilang,
" Bagaimana mungkin kamu
melihatNya, orang pada saat
itu bapak bersama ibumu
selalu menunggui kamu di
rumah sakit? Kapan kamu
keluar dan bertemu
denganNya? Tahukah kamu
ndry, semua itu karena ridho
Allah, titik !"
Pada waktu itu saya pun
bingung menjawab
pertanyaan yg dilontarkan
bapak kepada saya. Ibu saya
pun menangis dan memeluk
saya ketika melihat kami
berdebat dengan keras dan
menyuruh saya diam dan
meninggalkannya. Tanpa
sebab saya berkata kepada
bapak, "Ya benar, Isa
Almasih adalah Tuhan saya
sekarang ini. Pelangi adalah
saksi apa yg pernah saya
katakan. "
Lalu bapak saya tertawa
menyindir kepada saya,"Di
musim kemarau begini mana
mungkin ada pelangi ?"
Dan sayapun akhirnya pergi
meninggalkan tempat saya
berdebat dengan ayah saya
itu dan menuju pintu rumah
untuk pergi keluar. Pada
saat saya di luar rumah
sayapun menangis dan
berbicara sendiri, "Ya Isa
Tuhanku, mengapa begitu
keraskah hati bapak saya
seperti batu ?"
Lalu saya pun mendongak ke
atas langit, dan anehnya
saya melihat pelangi. Lalu
saya menangis dengan
penuh suka cita, dan
sayapun lari kembali ke
dalam rumah untuk menemui
bapak saya. Dan saya
memanggilnya untuk
menunjukkannya.
Setelah bapak saya melihat
pelangi tersebut diapun diam
seribu bahasa. Dan setelah
kejadian itu bapakku seperti
mengalami kegoncangan
iman, seperti yg pernah saya
alami sebelumnya.
Sayapun mulai mencari lebih
dalam tentang siapa Isa
Almasih sebenarnya melalui
Al-Quran maupun hadist, dan
saya menemukan hal-hal yg
membuat saya terharu.
Misalnya ayat surat-surat di
bawah ini:
(Maryam, 19:19) Hanya Isa
Anak Maryam yang langsung
masuk Syurga kerana Dia
suci.
(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia
(Isa Almasih) terkemuka di
dunia dan di akhirat.
(Al Fatihah, 1:6) "Indinash
shiraathal mustaqiim"
Artinya: Tunjukilah kami jalan
yang lurus
(Az Zukhruf, 43:61) "Wa
innahu la'ilmu lis saa'ati fa
laa tamtarunna bihaa wa
tabi 'unni haadzaa shiraathum
mustaqiim." Artinya: Dan
sesungguhnya Isa itu benar
memberikan pengetahuan
tentang hari kiamat kerana
itu janganlah kamu ragu
tentang hari kiamat itu dan
ikutlah Aku. Inilah jalan yang
lurus.
(Az Zukhruf, 43:63) "Wa
lammaa jaa-a 'Isa bil
bayyinaati qaala qad ji'tukum
bil hikmati wa li ubayina
lakum ba 'dhal ladzii
tathtalifuuna fiihi fat
taqullaaha wa athii 'u."
Artinya: Dan tatkala Isa
datang membawa keterangan.
Dia berkata sesungguhnya
Aku datang membawa hikmat
dan untuk menjelaskan
kepadamu sebagian yang
apa kamu perselisihkan
tentangnya, maka
bertakwalah kepada Allah
dan taatlah kepadaKu.
(An Nisa, 4:171) "Inamal
Masihu 'isabnu Maryama
rasullahi wa kalimatuhu."
Artinya: Sesungguhnya Isa Al
Masih putra Maryam itu
utusan Allah dan FirmanNya.
(Hadis Anas bin Malik hal.72)
" Isa faa innahu Rohullah wa
kalimatuhu." Artinya: Isa itu
sesungguhNya Roh Allah dan
FirmanNya.
(Maryam, 19:17) "arsalnaa
ilaihaa ruuhanaa fa
tamatstsala lahaa basyaran
sawiyya. " Artinya: Kami
mengutus Roh Kami
kepadanya, maka ia
menjelma di hadapannya
menjadi Manusia yang
sempurna.
(Hadis Ibnu Majah) "Laa
mahdia illa isabnu Maryama."
Artinya: Tidak ada Imam
MAHDI selain Isa putra
Maryam.
(Al Anbiyaa, 21:91) "Wallatii
ahshanat farjahaa fa
nafakhnaa fiihaa mir
ruuhinaa Wa ja 'alnaahaa
wabnahaa ayatal lil 'aalamiin"
Artinya: Ingatlah kisah
seorang perempuan yang
memelihara kehormatannya
(Maryam) lalu Kami tiupkan
kepadanya Roh Kami (Roh
Allah) dan Kami jadikan dia
dan Anaknya tanda (kuasa
Allah) bagi semesta alam.
(Maryam, 19:33) "Wa
salaamu 'alayya yauma
wulittu, wa yauma amuutu, wa
yauma ub 'atsu hayaa."
Artinya: Dan sejahtera
atasNya pada hari Dia
dilahirkan, pada hari Dia
wafat, dan pada hari Dia
dibangkitkan hidup kembali."
(Al Imran, 3:55) "Idz
qaalallahu yaa Isa, innii
mutawafiika, wa raafi 'uka
ilayya, wa muthahhiruka
minal ladzinaa kafaruu, wa
jaa 'ilul ladzina tabauka
fauqal ladzina kafaruu ilaa
yaumil qiyamati. " Artinya:
Ingatlah tatkala Allah
berfirman; Hai Isa,
sesungguhnya Aku akan
mewafatkanMu, dan
mengangkatMu kepadaKu,
dan akan menyucikan Engkau
dari orang-orang kafir, dan
menjadikan orang-orang
yang mengikutiMu di atas
mereka yang kafir hingga
hari kiamat. "
(Al Baqarah, 2:253) "Wa
aatainaa 'isabna Maryam
bayyinaati wa ayyadnaahu bi
ruuhil qudusi. " Artinya: Dan
Kami berikan kepada Isa
putra Maryam, beberapa
mujizat serta Kami perkuat
Dia dengan Roh Kudus.
(An Nisa, 4:156) "Wa bi
kufrihim wa qaulihim 'alaa
Maryama buhtaanan
' azhiimaa." Artinya: Dan
kerana kekafiran mereka
(terhadap Isa) dan tuduhan
mereka terhadap Maryam
dengan kedustaan besar
(zinah).
(Al Imran, 3:45) "Idz qalatil
malaikatu yaa Maryama
innallaaha yubasyiruki bi
kalimatim minhus muhul
masihu 'isabnu Maryama
wajihan fiddun-yaa wal
akhirati wa minal
muqarrabiin. " Artinya: Ketika
malaikat berkata, hai Maryam
sesungguhnya Allah
menggembirakan kamu
dengan Kalimah daripadaNya
namanya Al Masih putra
Maryam, terkemuka di dunia
dan di akhirat dan orang
yang paling dekat pada Allah.
Dan sayapun akhirnya
menelusuri dan mencari
segala hal tentang Isa
Almasih Tuhan kita. Akhirnya
sayapun berpikir bahwa
saya harus mendapatkan Injil
itu sendiri untuk memahami
siapa Isa Almasih itu
sesungguhNya. Ada
keinginan yang sangat kuat
di hati saya untuk
mendapatkannya (Injil). Lalu
saya pun teringat akan toko
yang pernah kami (saya
bersama kawan saya dulu)
rusakkan, yaitu toko buku
El-Shadai, lalu sayapun pergi
kesana.
Pada saat saya sampai di
toko tersebut, toko itu masih
kelihatan rapi, baik kaca-
kacanya yg dulu kamu
lempari dengan batu hingga
pecah, telah rapi terenovasi
kembali. Lalu sayapun
menghampiri toko tersebut
dan akhirnya saya berbicara
dengan salah satu
penjaganya, "Mbak, apakah
Anda menjual Injil?"
"Ya." jawabnya.
Lalu penjaga itu pun
mencarikan Injil tersebut.
Lalu dia pun menyerahkan
kepada saya Kitab Perjanjian
Baru. Lalu saya bertanya lagi
kepadanya, "Apakah ini Injil
Isa Almasih punya?"
Mbak penjaga itupun berkata
sambil tertawa kecil, "Iya,
Perjanjian Baru itu adalah
Injil. "
Lalu mbak itu pun berkata
kepada saya, "Apakah kamu
non Kristen?"
Sayapun bingung
menjawabnya. Karena agak
takut oleh sebab
sebelumnya, seandainya
mbak itu tahu apabila saya
muslim mungkin dia akan
benci kepada saya, pikir
saya dalam hati. Akhirnya
dengan berat hati sayapun
menjawabnya, "Ya, saya
muslim." sambil saya
menundukkan muka.
Lalu mbak itu pun berkata,
" Ah itu tak masalah bagi
kami." sambil tersenyum. Hal
ini yang membuat saya heran
kenapa mereka yg begitu
ramah bisa kami benci tanpa
sebab sebelumnya? Lalu
sayapun bertanya kepada
dia, "Mbak, adakah buku-
buku tentang kisah nabi-nabi
menurut Kristen ?"
Lalu mbak itupun
mencarikannya. Sesudah itu
sayapun mananyakan harga
totalnya untuk membayar
buku-buku tersebut. Dan
sebelumnya saya pun berta
nya kepadanya, "Mbak,
apakah ada di antara
pegawai toko ini yang celaka
pada saat kerusuhan
sebelumnya ?"
Mbak itupun menjawab saya,
" Pada waktu kejadian
tersebut toko ini telah kami
tutup lebih awal kira-kira jam
sepuluh pagi. "
Lalu saya bertanya lagi,
" Apakah ada yg menempati
toko ini sebagai tempat
tinggal ?"
"Ah tidak mas," jawabnya,
"hanya satpam yg menjaga
toko-toko di sekitar kami.
Itupun juga mereka hanya
menjaga di luaran saja untuk
keamanan sekitarnya. "
Hal ini yang membuat saya
sangat bingung dalam hati.
Seingat saya waktu kami
merusak dan menjebol toko
ini pada waktu petang hari
masih ada beberapa orang
yg di dalamnya, sedangkan
mbak itu bilang toko telah
tutup sejak jam 10 pagi dan
tidak ada satupun penghuni
yg menempatinya. Lalu
siapakah di antara mreka yg
kami kejar pada waktu itu?
Hal ini yang membuat saya
heran hingga sekarang.
Seandainya apabila saya
menemui pria yg kami kejar-
kejar dulu, mungkin saya
akan berlutut untuk meminta
maaf kepadanya.
Dan akhirnya sayapun
kembali kerumah, dan
sayapun mulai membaca Injil
satu persatu di kamar saya.
Saya sangat terenyuh,
sedih, dan bangga pada saat
saya membaca kisah Injil,
betapa mulianya segala
sesuatu yang pernah
diperbuat oleh Isa Almasih /
Yesus Kristus. Begitu pun
juga ucapan-ucapanNya
yang bagaikan pisau belati
langsung menusuk hati
mengajarkan tentang kasih
yang tulus, kerendahan hati,
maupun keselamatan. Hal ini
yang belum pernah saya
peroleh sebelumnya
semenjak saya hidup di muka
bumi yang mana sebelumnya
saya menganggap diri kami
sebagai muslim adalah yg
tertinggi dari golongan lain
kafir yang mana para
golongan kafir itu harus
tunduk kepada kami, yaitu
para penganut Islam, sebab
ada di quran yg mengatakan,
" hanya penganut Islam lah
yang masuk Sorga" dan hal
ini sangat tidak masuk akal.
Bagaimana mungkin nabi-nabi
sebelum Muhammad bisa
disebut Islam, karena mereka
pun tidak pernah sekalipun
mengucapkan kalimat
syahadat? Dan juga pada
saat saya mengalami
kejadian yg aneh di mana
roh saya berpisah dengan
tubuh saya pada waktu
kecelakaan dan mengalami
koma, kenapa yg menemui
saya justeru Isa Almasih /
Yesus Kristus? Dan akhirnya
sayapun menyerahkan diri
saya sepenuhnya untuk
menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan saya dan
Juruselamat saya. Pada
tanggal 27 Oktober 2000
saya pun dibaptis dalam
nama Bapa, Putera dan Roh
Kudus. Halleluya. Saya telah
menerima kasih karuniaNya.
Baik susah maupun senang
Tuhan Yesus selalu
menyertai saya.
Amin
Solo, Indonesia, 3 Mei 2006
Nama asli saya Ahmad
Andryansah bin Abdul Jalil
dan saya akhirnya mengganti
nama saya menjadi Christian
Andryansah, dan saya
menghapus nama Ahmad
karena nama tersebut selalu
mengingatkan saya akan
kekejian.
Sumber - Buletin
Kampung Baru Februari
2007

KESAKSIAN MENJADI PENGIKUT YESUS by Yusuf Roni

KESAKSIAN PENDETA YUSUF RONI



Kesaksian Y. Roni (Palembang)



Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten.

Sebab rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam!….

Setelah keluarga kami pindah ke Bandung, maka saya dimasukkan ke Pesantren YPI (Yayasan Pesantren Islam) Jln. Muhammad 16 Bandung yang dipimpin oleh Bapak K.H. Udung Abdurahman.
Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai:

(1) Ketua Umum SEPMI(Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung.

(2) Ketua I SEPMI Wilayah Jawa-Barat….

(3) Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat ….

(4) Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam indonesia, Cabang Bandung.

(5) Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung….

(6) Ketua seksi Dawah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia WIlayah Jawa Barat.

(7) Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) wilayah Jawa Barat.

(8) Salah satu anggotak pimpinan DPHD(Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI.

Saya aktif dengan gigih memperjoangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat.

Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan rohani, dan hidup saya selalu gelisah karena rohani saya tidak mendapat ketenangan, bahkan diliputi tanda tanya tentang “Kepastian Keselamatan”.

Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat “Damai Sejahtera” dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat…..
Mengapa saya tertarik pada Kristen?

Saya merasa perlu menjelaskan sebab-sebab saya tertarik kepada Kristen. Apa sebabnya Kristen itu, demikian menarik, dan apa daya tariknya, sehingga saya rela melepaskan agama Islam yang saya anut sejak dari turun temurun, dan pindah ke agama Kristen…..

Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana sering diduga oleh sementara orang atau pihak orang luar bahwa orang-orang pindah ke agama Kristen, disebabkan bujukan-bujukan materi. Dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pandangan-pandangan seperti ini sungguh sangat keliru!…..

Yang benar, ialah karena “Panggilan dari Tuhan Yesus”, secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendakiNya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan “Kepastian Keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Al Kitab.
Secara terperinci saya uraikan sebagai berikut:



A. Pertobatan dari Dosa:

(A) Soal Dosa:

Dosa yang menyerang dan melekat pada manusia tanpa terkecuali, tiada satu manusiapun yang terluput dari dosa. Dan dosa dari dahulu sampai sekarang tetap sama… Apa itu dosa sehingga memberatkan manusia?…

(1) Asalnya Dosa.

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam bujukan Iblis, maka manusia telah hilang segala kemulian Allah yang ada padanya. Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa karena melanggar perintah Allah.

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan ALlah. Ular itu berkta kepada perempuan itu:”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buah nya bukan?…”

“lalu sahut perempuan itu kepada ular itu:

“Buah phon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi ALlah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

“Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia dan suaminya memakannya” “Maka itulah dosa manusia yang pertama dan akibatnya besar lagi hebat dan hukumannya segera datang. Sebab Adam dan Hawa telah memperoleh sifat-sifat yang suci dari Allah maka dosa itu datangnya dari luar mereka.

Asalnya dari Iblis dengan perantaraan ular.

Dengan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka segala sifat-sifat yang suci dari Allah itu telah hilang, karena itu mereka mendapatkan dirinya telanjang, setelah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan tersebut.

(2) Dosa Warisan

Semua orang telah lahir di dalam dosa, maksudnya manusia itu cenderung atau mempunyai tabiat-tabiat dosa, atau karakter dosa, inilah maksud dosa warisan.

Dulu saya menyangka bahwa dosa warisan itu adalah dosa turunan dengan pengertian; dosa bapak kita, kitalah yang menanggungnya, atau dosa kita, anak kitalah yang menanggungnya. Bukan ini maksudnya dosa warisan! Maksud dosa warisan ialah kecenderungan manusia berbuat dosa atau pengaruh dosa itu telah mempengaruhi hidup manusia turun temurun, tabiat-tabiat dosa melekat pada manusai antara lain; menentang kepada Allah, berontak kepada segala perintah-perintahNya, itulah sifat-sifat manusia. Buktinya dosa bohong, sejak kecil tidak ada yang mengajari bohong, namun manusia sudah pandai berbohong. Siapakah manusia yang tidak pernah berbohong?

Itulah pengaruh dosa yang melekat pada manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan pengaruh itu terus diwarisi oleh manusia turun temurun. Dan manusia tidak bisa keluar dari dosa ini dengan segala ikhtiar dan usahanya sendiri.

Contohnya: orang yang jatuh ke dalam lumpur, makin dia berusaha sendiri, makin orang itu masuk lumpur lebih dalam, itulah sebabnya manusia yang berusaha sendiri, terkecuali ada orang lain yang menolongnya di luar lumpur itu, barulah dia dapat keluar dari dalam lumpur itu. Orang yang dapat menolong kita keluar dari lumpur dosa ialah satu-satunya, Yesus Kristus!

“Sebab semua orang telah berdosa!

“TIdak ada yang benar, seorangpun tidak.”

“Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!”

(3) Hakekat dosa:

DOsa harus ditanggung oleh manusia-manusia harus menanggung segala kesalahaan-kesalahannya.

“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati!” Karena itu manusia berusaha akan menghapus dosanya dengan berbagai cara, namun sia-sia, sebab pasti manusia itu jatuh lagi, jatuh lagi, dan tidak luput dari dosanya.

Hakekat dosa terletak di dalam hati manusia, bila hatinya busuk, dia lebih berdosa dari apa yang bisa dilihat oleh manusia secar lahiriah. Dan saya sependapat juga dengan pengajaran Ki Agen Suryomentaram, bahwa segala sesuatu kebaikan atau kejahatan terletak pada hati manusia!

Hanya Yesus Kristus yang dapat menyucikan manusia dari segala dosanya!. “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

Sebab itu manusia hidupnya tidak ada damai, disana-sini terjadi kekacauan karena dosa. Manusia berkeinginan berbuat baik namun tidak pernah terlaksana, disebabkan dorongan hawa nafsu lebih menguasainya. Keinginan daging lebih menguasai manusia, daripada keinginan Roh Kebenaran.

“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Sebab perbuatan dosa itulah keinginan daging, nafsu manusia yang melekat pada tabiat manusia. Keinginan daging, kata-kata Yunaninya Sarx, maksudnya keinginan hawa nafsu manusia yang tidak dapat dilepaskan oleh manusia itu! “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Itulah hakekat dosa yang tidak bisa dihindar oleh manusia, dan apa akibatnya.

“Sebab upah dosa ialah maut”

Dosa inilah menjadi pemikiran dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan saya yang ingin mencari kebenaran, dan ternyata hanya dalam Yesus saja ada jalan keluar dari lingkaran dosa!



(B) Soal pertobatan:

Bertobat adalah bukan hanya kesediaan manusia, tapi juga karya Allah. Jadi kesediaan manusia dan kehendak Allah harus berpadu menjadi satu. Bertobat adalah ajakan Allah kepada kita.

“Waktunya telah genap; Kerajaaan ALlah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”…. dan tawaran Allah harus disambut oleh manusia “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Sebab Allah datang buat orang-orang berdosa.

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Saya merasa orang berdosa yang amat sangat, hidup saya dulu penuh dengan kemunafikan, kenajisan dan kekotoran. Biarpun orang memandang secara lahiriah saya beragama dengan baik, namun hati saya busuk dan kotor, karena pengaruh dosa yang sudah melekat pada manusia. Saya telah berulang kali, berusaha sekuat tenaga untuk hidup berbuat baik, namun hati saya gelisah, tiada damai, karena itu saya tertarik kepada Tuhan Yesus yang dapat menebus dosa saya dengan pasti,seperti firmanNya.

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Setelah saya menerima Yesus dalam hati, dan bertobat padaNya, maka hati saya ada damai, karena kepastian yang sepasti-pastinya dosa saya diampuniNya, dan saya menjadi orang yang berbahagia, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Itulah saya merasa tertarik pada Yesus, yang begitu menjamin bahwa dosa saya sudah dihapuskan dengan pasti. Dan saya merasa tidak ada lagi yang dapat menjamin begitu pasti selain Dia ialah Yesus Kristus!



(B) KEPASTIAN KESELAMATAN (HIDUP YANG KEKAL)

Terus terang saya katakan bahwa sebelum saya masuk Kristen, diri saya selalu diperhadapkan oleh pertanyaan yang timbul dalam hati saya: ‘Pastikah saya masuk sorga?’ Sebab tidak ada kepastian yang menjamin bahwa ‘pasti selamat’ dan bila mati kelak ‘Pasti masuk sorga’. Semua hanya mengira-ngira saja, bila berbuat ini dan beramal itu, maka kelak mudah-mudahan masuk sorga. Atau sorga itu, soal bagaimana nanti masuk sorga seperti dapat lotere saja!

Namun dalam Kristen, Yesus menjamin dengan pasti!

“Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.” Yesus datang ke dunia menawarkan keselamatan yang pasti bagi manusia, sebab apa? Dia-lah Juru Selamat.

(1) Juru Selamat:

Yesus Kristus, dari namaNya saja sudah menandakan DIa sebagai ‘Juru Selamat’ (Pelepas). Yesus dari bahasa Ibrani “Jusa”, Isa dari bahasa Arab ‘Ja’su’ berarti Pelepas atau Juru Selamat.

Sang Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak ketika manusia jatuh di dalam dosa. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya” (Kejadian) Benih perempuan yang menjadi musuh si ular adalah Yesus. Bahwa benih perempuan itulah yang akan mengalahkan Iblis dan menyelamatkan manusia dari dosa, dari hukuman Allah. Karena itu kelahiran Yesus ke dunia ini adalah kelahiran Sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas)

Dan Juru Selamat ini telah dijanjikan ALlah sejak dahulu kala dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan!. “Aku, AKulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu”(Yesaya)

“Tetapi Aku adalah TUhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juru selamat selain dari Aku.” (Hosea)

Benar! hanya Tuhan saja yang datang menjadi Anak Manusia sebagai juru Selamat manusia. Sebab manusia sesama manusia tidak bisa menyelamatkan, bahkan justru sering terjadi sebaliknya, seperti kata pepatah mengatakan:’Homo Homini Lupus’ manusia yang saya akan menjadi serigala terhadap manusia lainnya.’ Karena itulah Yesus-lah Juru selamat dunia. “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar DIa dan kami tahu, bahwa DIalah benar-benar Juru Selamat dunia.” “Dan kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juru Selamat dunia.”

Dan Yesus-lah Juru Selamat untuk semua manusia, inilah tawaranNya, tidak terbatas siapa saja yang mau percaya, dan juga Dia tidak memaksa. Kenapa saya begitu tertarik dan yakin bahkan haqqul yakin pada Juru Selamat adalah Yesus, saya illustrasikan sebagai berikut: “Seandainya ada orang yang mengajak dan menawarkan saya pergi ke negeri Amerika Serikat. Orang yang mengajak ini secara pribadi tidak diragukan kejujuran nya dan kesetiaannya dan kebaikannya buat mengantar saya ke AS, namun sayang pengantar itu sendiri belum pernah ke Amerika. Tapi sekarang Presiden AS Jimmy Carter menawarkan kepada saya untuk berkunjung ke Amerika. Saya pribadi akan memilih tawaran Presiden Jimmy Carter, sebab beliau orang Amerika, tahu seluk beluk Amerika, dan berkuasa di sana, jelas tidak akan kesasar lagi, pasti saya sampai di Amerika dengan pasti. Begitu juga ke sorga, saya menerima tawaran Yesus, dan pasti ke sorga! kenapa? Sebab Yesus datang dari sorga, Pemilik sorga, dengan sendirinya barang siapa menerima ajakanNya pasti sampai ke sorga!

(2) Keselamatan:

Keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus adalah keselamatn yang pasti, sesuai dengan janjiNya. “AKulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku (Yesus), ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar menemukan padang rumput.” “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan sekarang janjiNya itu ada pada firmanNya yang disebut Injil, dan Injil itu adalah berita keselamatan, Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, “Sebab aku (Paulus) mempunyai keyakinan yang kokok dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Hanya Yesus-lah yang dapat menjamin memberikan keselamatan yang pasti. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusaia yang olehNya kita dapat diselamatkan.”

Keselamatan yang pasti inilah membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti.

Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk sorga atau tidak. Tapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di Sorga bila saya dipanggilNya kelak.




C. KELAHIRAN BARU :

Tentang ajaran mengenai “kelahiran baru”, barulah dalam Injil saya dapati pelajaran ini, sejak dulu belum pernah saya mendengar dan ketahui. Rupanya ajaran tentang kelahiran baru, adalah kunci dari kehidupan iman Kristen! Pantas saja! dahulu saya berkeinginan hidup selalu suci, hidup dalam kebaikan, tapi nyatanya tidak bisa, disebabkan tabiat dosa itu menguasai hidup saya. Tapi hidup dalam Kristus, kita menjadi “hidup baru”, karena kita harus dilahirkan kembali.

“Yesus menjawab, katanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Dilahirkan kembali, berarti dilahirkan oleh air dan Roh.

“Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Maksudnya adalah air baptisan dan pengurapan Roh Kudus!

(1) Baptisan:

Ialah sebagai materai, atau sebagai simbol bahwa seseorang sudah menjadi kristen karena percaya kepada Allah, dalam Kristus. “jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Air Baptisan itu hanya simbol saja, tapi baptisan itu sendiri berarti menanggalkan cara hidup kita yang lama, mematikan “ego” atau “aku” kita dan hidup yang baru di dalam Kristus, hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, karena itu baptisan bukan dengan air saja tapi dengan kuat kuasa Rohul Kudus.

(2) Hidup di dalam Roh:

Hidup yang lama adalah hidup di dalam kedagingan, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraaan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”

Sedangkan hidup yang baru adalah hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, dan hidup itu berbuahkan Roh yaitu, “Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh.”

Berarti yang menguasai hidup baru bukan lagi “ego” atau “aku”nya, tetapi Roh Allah itu bertahta di dalam hati, di dalam seluruh kehidupan, hidupnya sehari-hari.

Sehingga yang menguasai hidupnya bukan “ak”nya lagi, tapi Kristus, sebab “aku”nya sudah turut disalibkan, mati, ketika Kristus disalibkan, dan sekarang yang hidup adalah Kristus.

“supaya aku hidup untuk ALlah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.”

Dan hidup baru, berarti ada perubahan di dalam Kristus, perubahan itu ada yang sekaligus, dan ada yang bertahap, dan itu adalah pekerjaan Roh Allah, misteri Ilahi.

Sedikit saya bersaksi tentang kelahiran baru ini, yang saya alami secara pribati; ketika saya bertobat dan dibaptis, saya belum lahir baru secara total, yaitu “ego” saya masih menguasai hidup saya. Baru di dalam tahanan saya merasa ada perubahan yang total oleh Rohul Kudus, lahir baru 100 prosen. Sehingga Jusuf Roni yang lama telah mati, tapi sekarang yang hidup adalah Kristus.

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi”. “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”. Itulah hikmahnya selama saya di dalam tahanan. Penjara itu secara rohani saya anggap sekolah Tuhan buat mendidik saya, tapi bukan berarti secara hukum saya mentolelir penahanan yang berlarut-larut boleh dibiarkan!

Dan juga salah-lah pendapat bahwa dengan menahan saya berlarut-larut bisa mengubah iman Kristen saya, karena iman percaya itu datangnya dari Tuhan, maka justru iman Kristen saya bertambah-tambah! (note: di dalam penjara dan dalam penderitaan yang sulit inilah, Jusuf Roni pernah merasakan dirinya benar-benar dibawa pergi ke atas dan bertemu dengan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Ia diperlihatkan Sorga yang indah itu oleh Tuhan Yesus, sebenarnya ia tidak ingin kembali, namun Yesus menyuruh dia kembali untuk menjadi saksiNya.)

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Perkara kelahiran baru ini adalah perkara rohani, hendaknya dengan mata rohani pula barulah kita dapat mengertinya, dan berbahagialah orang-orang yang mata

rohaninya dicelikkan oleh Tuhan.

“Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”




D. KASIH:

Ajaran tentang Kasih di dalam agama Kristen adalah menempati pusat pemberitaan dalam firman Allah.!

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palin gbesar diantaranya ialah kasih.”

Sebab karena Kasih Allah juga, maka manusia beroleh keselamatan, hidup yang kekal, oleh sebab itu manifestasi iman Kristen adalah di dalam mengasihi sesama manusia. “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh Kasih” Karena kasih Allah itu terlebih dahulu, maka yang percaya beroleh keselamatan.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia itu, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kasih Allah itu tidak terbatas, dan sangat besar, dan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita baru dapat mengasihi dan mempunyai kasih, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahuli mengasihi kita” Karena itu kewajiban sebagai orang Kristen untuk memanifestasikan kasih Allah itu di dalam sikap hidupnya sehari-hari. Oleh sebab itu apabila gereja memberikan bantuan materiil atau aksi-aksi sosial, hal ini bukanlah dalam rangka untuk mengubah iman orang yang diberi bantuan, namun untuk melaksanakan ajaran tentang kasih, dan menyaksikan kasih Allah itu kepada manusia siapa saja tanpa pilih bulu, karena Allah mengasihi seluruh dunia.




E. Pekabaran Injil:

Pekabaran Injil adalah merupakan suatu keharusan dalam ajaran Kristen, karena ini merupakan perintah Tuhan yang tidak dapat tawar-menawar, sesuai dengan (SK) Tuhan nomor 28 yaitu Injil Matius pasal 28 ayat 18,19,20 sebagai berikut:

“Yesus mendekati mereka dan berkata:”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu Kristen adalah agama missioner atau agama da’wah, yang mempunyai kewajiban buat memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Namun patut diketahui hal ini bukanlah Kristenisasi, sebab Pekabaran Injil mengandung maksud ialah tiga bagian;

(a) Informasi : Memberikan penerangan dan pemberitaan tentang iman kristen, tentang jalan keselamatan kepada siapa saja, agar orang tahu bahwa Yesus adalah Juru Selamat

(b) Persuasi : Menjawab setiap pertanyaan dari siapa saja yang ingin bertanya atau mempertanyakan tentang Yesus Kristus itu, sesuai apa yang ada dalam AlKitab.

(c) Edukasi: Mendidik umat Tuhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan.

Hal ini jelas tidak ada Kristenisasi, sebab untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus bukanlah hasil pekerjaan manusia, bukan juga hasil penginjil atau pendeta, namun adalah pekerjaan Tuhan, atau pekerjaan Rohul Kudus itu sendiri di dalam hati manusia, yang dipilihNya agar selamat!

Demikianlah apa sebabnya sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan pada keterangan diatas, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!.

Banyak orang menduga mustahil, saya percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada mustahil.

“Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”.
KESAKSIAN

Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.

Untuk lebih jelas saya uraikan sebagai berikut:

A. Kedudukan Kesaksian:

Kesaksian adalah inherent dari identitas Kristen, merupakan suatu kewajiban yang mutlak, keharusan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab kesaksian merupakan realisasi dari pengakuan iman percaya ke-Kristenan, sebagaimana dalam firman Tuhan.

“Setiap orang yang mengaku Aku(Yesus) di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya didepan BapaKu yang di sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku didepan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang disorga.”

TIdak ada pilihan lain bagi seorang Kristen untuk bersaksi tentang iman percayanya. “Tetapi kami juga *harus bersaksi*, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”

Kata-kata “harus bersaksi” saya garis bawahi, menunjukkan suatu kewajiban yang mutlak. Untuk itu saya tidak berbuat lain, selain harus konsekwen melaksanakan firman Tuhan ini.!

B. Maksud dan Tujuan Kesaksian:

Maksudnya ialah menceritakan segala perbuatan Allah, apa yang telah Allah lakukan terhadap kita, bahwa kita telah diselamatkan dari kematian yang kekal. Dari hasil pergumulan itu, dalam mencari kebenaran yang hakiki, maka Yesuslah kebenaran yang sejati, itulah perbuatan Allah yang ajaib! “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan

segala perbuatanMu yang ajaib” Pulanglah kerumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!

Dengan kesaksian itu kita menjadi saksi Tuhan.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.”

Bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Menjadi terang dunia berarti supaya orang lain tahu, dan menerangi manusia-manusia lainnya, dalam hal ini terkandung makna tentang mengabarkan kepada orang lain.

Jadi tujuannya ialah memberikan kekuatan impian percaya terhadap sesama saudara seiman agar iman yang lemah dikuatkan, dan yang kuat makin bertambah-tabah, sehingga tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

Bersaksi berarti menerangi, menerangi berarti juga menegur yang didalam kesesatan, dan apabila yang beriman tidak menegur, maka sangsinya bagi yang tidak menegur ialah hukuman Allah,

“Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawab atas nyawanya daripadamu.”

Oleh dasar-dasar itulah saya berkeharusan bersaksi, menceritakan pengalaman pergumulan di dalam mencari kebenaran yang hakiki, sampai saya mendapatkannya, bahkan mendapat jaminan “Keselamatan” yang pasti di dalam Kristus Yesus!

KESAKSIAN Thomas Advent Bangun

Telah menjadi tekadnya, hidup dan matinya akan ia berikan bagi kecintaannya terhadap bela diri. Menjadi juara karate selama dua belas tahun berturut-turut, adalah bukti bahwa Advent Bangun sangat serius menekuni olahraga tersebut. Bahkan keahliannya dalam bidang bela diri ini membawanya melanglang buana dalam dunia film laga, dirinya mencatat telah membintangi 60 film.

“Dulu.. Tuhan saya itu karate,” demikian ungkap pria yang bernama lengkap Thomas Advent Bangun ini.

Awal ketertarikan Advent kepada karate bermula dari pengalaman traumatis yang menghantuinya.

Suatu malam, Advent Bangun pulang bersama dengan kakak perempuannya melewati sebuah bioskop. Di pinggir bioskop itu banyak anak-anak muda yang sedang berkumpul sambil minum-minuman keras.

“Mereka lihat kakak saya, dipikir perempuan nakal. Karena diganggu, saya lawan. Saya langsung dipukulin sama sekitar 30an orang. Saya dihajar sama 30 orang itu, rasanya seperti slow motion semua. Sampai ada yang ambil pisau, saya mau ditikam tapi saya bisa loncat ke belakang seperti salto gitu.” Advent bangun yang tidak berdaya di hajar oleh massa terus meronta, dan ketika bisa lepas dari mereka ia segera lari sekencang mungkin. Kejadian itu menyisakan rasa sakit dan dendam di hati Advent.

Hingga ia suatu saat ia melihat sebuah latihan karate, dimana mereka dengan tangan kosong mampu menghancurkan es balok dan papan, timbul keyakinan dalam hatinya, “Kalau saya latihan seperti itu, 100 orang juga bisa dibabat.”

Ia pun mendaftar untuk ikut latihan karate itu. Dendam dan rasa sakit dihatinya, membuat dirinya berlatih ekstra keras, “Kalau orang latihan sejam, saya dua jam. Kalau yang lain latihan dua jam, saya empat jam. Saya ngga mau kalah sama orang, saya harus the best..!”

Dendam dalam hati Advent, dilampiaskannya sewaktu bertarung. Jika belum membuat lawan babak belur, ia belum merasakan kepuasan. Sakit hati yang begitu dalam itu dikarenakan apa yang ia alami sewaktu kecil. Saat itu, kakak kecilnya menganiayanya dengan begitu kejam.

“Saya ditarik ke sungai, sungainya dangkal, dan saya di injak-injak disitu. Saya banyak minum air waktu itu, sudah hampir mati, tapi untung ada orang yang lihat. ‘Woi.. itu Advent Bangun mau dibunuh sama abangnya!!’ Semua orang datang dan akhirnya abang saya lari.”

Setiap pertandingan, menjadi ajang pelampiasan dendam baginya. Satu hal yang ia inginkan, juara. Advent tidak mau membagi posisi puncak di dunia karate dengan siapapun.

“Begitu dimulai, kaki kanan saya itu seperti punya mata. Begitu jaraknya sesuai, dia otomatis keluar. Waktu itu saya seperti marah. Setiap saya bisa melampiaskannya, saya merasa puas. Puas banget! Dan orang semakin takut sama saya, sampai saya dapat gelar ‘dokter gigi’ karena saya hobinya bikin gigi rontok.”

Begitu dikuasai oleh amarah dan dendamnya, sifat keras Advent Bangun ini terbawa dalam kehidupan rumah tangganya.

“Sesudah menikah, saya kaget karena saya mengenal dia tidak cukup lama. Hanya selama enam bulan. Selama saya mengenal itu, saya lihat dia bisa sabar menunggu saya pulang kantor. Ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. (Sesudah menikah) waktu pergi ke mall atau ke super market, rupanya dia menunggu saya kelamaan. Saya dateng, dia langsung marah, dan langsung banting pintu,” ungkap istri Advent, Louis Sulingga.

Bukan hanya tidak sabar, Advent ternyata juga pria pencemburu. Jika istrinya pulang tidak tepat waktu, maka sang istri akan menerima luapan amarahnya. Louis sempat merasa menyesal telah menikahi pria yang ditolak oleh kedua orangtuanya tersebut.

“Saya merasa kok rumah tangga saya seperti ini. Saya berdoa, ‘Tuhan tolong saya, kalau semua ini terjadi karena kesalahan saya, karena dosa-dosa saya, saya minta ampun. Saya mau bertobat, saya mau kembali sama Tuhan. Tuhan Yesus tolong saya. Pulihkan rumah tangga saya, buka jalan bagi hidup saya,’” demikian Louis kembali berharap pada Tuhan agar dapat memulihkan kehidupan rumah tangganya.

Menghadapi Advent yang temperamental dan keras, Louis seperti tidak berdaya. Apalagi ketika Advent tidak senang dengan gereja yang dikunjungi oleh Louis.

“Kalau kamu kegereja itu lagi, awas kamu! Saya hajar kamu! Apa itu, lompat-lompat, nyanyi-nyanyi, muji-muji! Gereja apaan itu! Sesat itu!” demikian Advent mencerca istrinya. Karena istrinya memilih gereja yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya, Advent tidak mau sekamar lagi dengannya selama satu tahun.

“Jijik.. marah..” Advent menceritakan perasaannya kala itu.

Louis hanya bisa berlari ke kamarnya dan menangis kepada Tuhan. Ia memohon kepada Tuhan agar terus diberikan kekuatan untuk mengasihi Advent. Cintanya pada Tuhan, mengalahkan rasa takut Louis kepada Advent, entah mendapat kekuatan dari mana, Louis membuat keputusan yang sangat berani. Ia mengatakan dengan jujur kepada Advent bahwa dirinya ingin dibabtis selam.

“Itu mau meledak rasanya,” ungkap Advent. Wajahnya memerah, dan dia hanya bisa menatap istrinya sambil menahan amarah. Namun sungguh ajaib, yang terlontar dari mulutnya adalah, “Ya udah, aku anterin kamu.”

Benar, seperti yang dikatakannya. Advent mengatarkan istrinya untuk dibabtis selam. Saat mengikuti ibadah sebelum acara pembabtisan itu, sesuatu terjadi dalam hidup Advent.

“Hamba Tuhan itu mengkotbahkan tentang kuduslah kamu sebab aku kudus. Ada dua ayat, yaitu 1 Petrus 1:16 dan Ibrani 12:14, Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Firman itu keras, seperti saya kena tendangan di dada saya. Kedua firman itu membuat saya menangis, saya terlalu banyak marah, dendam, benci pada semua orang. Jadi disitu saya seperti tertemplak, seperti ditampar..”

Advent yang malu menangis di depan orang lain, berseru kepada Tuhan di balik sebuah tiang gereja itu. Dia benar-benar menyadari bahwa dirinya memerlukan Tuhan untuk mengubah hidupnya. Sepulangnya dari pembabtisan istrinya, dia bicara empat mata dengan Louis, “Mah, saya mau pelepasan dan saya mau dibabtis.”

Namun setelah memutuskan untuk bertobat, proses yang harus dijalani Advent tidaklah mudah. Apa lagi saat ia diperingatkan oleh istrinya tentang kebanggaannya pada semua pialanya, hal itu membuat Advent berang. Tiga hari ia mendiamkan istrinya, Advent merenung dan matanya tertuju pada sebuah ayat.

“Saya lagi baca firman, Filipi 3:7-8, saya sangat kaget membaca firman itu: Semua ku anggap rugi setelah pengenalan akan Kristus. Semua ku anggap sampah. Yesus lebih mulia dari segala-galanya.”

Setelah perenungan yang dalam akan ayat tersebut, Advent sadar bahwa dirinya telah terikat dengan semua piala dan kesombongannya. Ia menyingkirkan semua piala-pialanya dan mengucapkan selamat tinggal kepada kesombongan. Sejak itu Thomas Advent Bangun memutuskan hubungan dengan dunia karate. Karate bukan lagi Tuhan dalam hidup Advent, dia memilih Yesus yang menjadi penguasa tunggal atas kehidupannya. (Kisah ini ditayangkan 8 Desember 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Thomas Advent Bangun

KESAKSIAN RAHIB MYANMAR MENGENAL YESUS

Tahun - tahun awalku

Pada umur 13 tahun saya keluar sekolah dan mulai bekerja di perahu nelayan. Kami menangkap ikan juga udang di beberapa sungai besar dan kecil di daerah Irrawaddy. Pada umur 16 saya jadi pemimpin perahu.Saat itu saya tinggal di utara pulau Mainmahlagyon (Mainmahlagyon artinya pulau wanita cantik), di bagian utara Bogale dimana saya dilahirkan. Tempat ini kira kira 100 mil barat daya Yangoon (Rangoon) ibu kota negara kami.Suatu hari waktu saya berumur 17 tahun, kami menangkap banyak sekali ikan dalam jala kami. Saking banyaknya ikan yang kami tangkap, seekor buaya besar tertarik perhatiannya. Buaya itu mengikuti perahu kami dan mencoba menyerang kami. Kami jadi ketakutan sehingga dengan panik kami mendayung perahu kami menuju tepian sungai secepatnya. Buaya itu mengikuti kami dan menyerang perahu kami dengan ekornya.Walaupun tidak ada yang mati dalam kejadian ini, serangan itu mempengaruhi kehidupan saya. Saya tidak mau lagi menangkap ikan. Perahu kecil kami tenggelam kena serangan buaya itu. Malam itu kami pulang ke kampung naik perahu tumpangan. Tak lama sesudah itu, bos ayah saya memindahkan ayah saya ke kota Yangoon (sebelum disebut Rangoon).Pada umur 18 saya dikirim kesebuah biara menjadi Rahib muda. Kebanyakan orang tua di Myanmar berusaha mengirimkan anak laki-laki mereka ke biara Budha, setidaknya satu kali, karena merupakan suatu kehormatan mempunyai anak laki-laki melayani dengan cara ini. Kami telah mengikuti adat ini ratusan tahun.

Seorang murid yang bersemangat

Pada saat saya mencapai umur 19 tahun 3 bulan (tahun 1977) saya jadi Rahib. Rahib atasan saya di biara itu memberi saya sebuah nama Budha baru yang sudah menjadi adat/kebiasaan di negara saya. Saya dipanggil U Nata Pannita Ashinthuriya. Pada waktu kami menjadi Rahib kami tidak lagi menggunakan nama yang diberikan orang tua pada waktu lahir. Biara tempat saya tinggal disebut Mandlay Kyaikasan Kyaing . Nama Rahib kepala ialah U Zadila Kyar Ni Kan Sayadaw (U Zadila adalah gelar). Dia Rahib yang sangat terkenal di seluruh Myanmar pada waktu itu. Setiap orang tahu siapa dia.Dia sangat dihargai oleh orang-orang dan disegani sebagai guru besar. Saya katakan dulu karena pada tahun 1983 dia tiba-tiba mati dalam kecelakaan mobil yang fatal. Kematiannya mengejutkan semua orang. Saat itu saya sudah 6 tahun jadi Rahib. Saya berusaha jadi Rahib terbaik dan mengikuti semua ajaran Budha. Pada suatu tingkat tertentu saya pindah ke sebuah kuburan yang kemudian saya tinggali dan bermeditasi secara kontinyu. Beberapa Rahib yang sungguh-sungguh mengikuti kebenaran Budha melakukan hal yang saya lakukan ini. Beberapa bahkan pindah ke hutan dimana mereka hidup menyangkal diri dan miskin. Saya cari penyangkalan diri, fikiran dan keinginan, untuk menghindari penyakit dan penderitaan dan membebaskan diri dari kehidupan duniawi.Di kuburan saya tidak takut setan, saya berusaha untuk mencapai kadamaian batin dan sadar diri sampai sampai bila ada nyamuk hinggap ditangan saya membiarkannya menggigit tangan saya dari pada mengusirnya.Bertahun-tahun saya berusaha untuk jadi Rahib terbaik dan tidak menyakiti mahluk hidup. Saya belajar pelajaran Budha suci ini seperti semua nenek moyang kami lakukan sebelum saya. Kehidupan saya sebagai Rahib berjalan terus sampai suatu waktu saya menderita sakit keras. Saya ada di Mandalay waktu itu dan harus dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Dokter melakukan beberapa pengecekan pada saya dan memberitahu saya bahwa saya terjangkit penyakit kuning dan malaria bersamaan. Sesudah sebulan di rumah sakit saya malah makin gawat. Dokter memberi tahu saya bahwa tak ada harapan sembuh untuk saya dan mengeluarkan saya dari rumah sakit untuk mempersiapkan kematian.Inilah penjelasan singkat masa lalu saya. Sekarang saya ingin menceritakan beberapa hal luar biasa yang terjadi pada diri saya sesudahnya.

Penglihatan Yang Mengubah Hidup Saya Selamanya

Sesudah saya dikeluarkan dari rumah sakit saya kembali ke tempat di mana para Rahib yang lain mengurus saya.Saya makin hari makin lemah dan makin susut karena badan busuk dan bau kematian, dan akhrinya jantung saya berhenti berdenyut. Tubuh saya dipersiapkan untuk kremasi dan melalui tata cara pemurnian agama Budha.Walaupun tubuh saya mati tapi saya ingat dan sadar dalam fikiran dan roh saya. Saya ada dalam badai besar. Angin kencang meniup seluruh daratan sampai tidak ada pohon atau apapun yang berdiri, semua rata, saya berjalan sangat cepat di jalan rata itu untuk beberapa lama. Tak ada orang lain, hanya saya sendiri, kemudian saya menyeberang sebuah sungai. Di seberang sungai itu saya melihat danau api yang sangat sangat besar. Dalam agama Budha kami tidak ada gambaran tempat seperti ini. Pada mulanya saya bingung dan tak tahu bahwa itu adalah neraka sampai saya lihat Yama, raja neraka (Yama adalah nama untuk raja neraka dalam kebudayaan Asia) mukanya seperti singa, badannya seperti singa , tetapi kakinya seperti seekor naga (roh naga). Dia mempunyai beberapa tanduk di kepalanya. Wajahnya sangat mengerikan dan saya sangat ketakutan. Dengan gemetar, saya tanya namanya.Dia jawab " Saya adalah raja neraka, si Perusak!"Danau Api Yang Sangat Mengerikan
Raja neraka memberi tahu saya untuk melihat ke danau api itu. Saya memandang dan melihat jubah warna kunyit yang biasa dipakai rahib Budha di Myanmar. Saya memandang dan melihat kepala gundul seorang laki-laki.Waktu saya lihat wajah orang itu saya mengenalinya sebagai U Zadila Kyar Ni Kan Sayadaw (rahib terkenal yang mati kecelakaan mobil tahun 1983). Saya tanya raja neraka mengapa pemimpin saya, diikat dalam danau penyiksaan ini.Saya tanya " Mengapa dia ada dalam danau api ini? Dia seorang guru yang baik. "Dia bahkan mempunyai kaset pengajaran yang berjudul 'Apakah anda manusia atau anjing?'Yang sudah membantu ribuan orang mengerti bahwa sebagai manusia sangat berharga jauh dibandingkan binatang.Raja neraka itu menjawab, "Betul, dia seorang guru yang baik, tetapi dia tidak percaya pada Yesus Kristus... Itulah sebabnya dia ada di neraka. "Saya diberi tahu untuk melihat orang lain yang ada di dalam api itu. Saya lihat seorang laki-laki dengan rambut panjang dililitkan dibagian kiri kepalanya. Dia juga mengenakan jubah.Saya tanya raja neraka "Siapa orang itu?" Dia menjawab, " Inilah yang kau sembah, Gautama(Budha)". Saya sangat terganggu melihat Gautama di neraka.Saya protes, " Gautama orang baik, mempunyai karakter moral yang baik, mengapa dia menderita di dalam danau api ini?"Raja neraka menjawab saya "Tak peduli bagaimana baiknya dia. Ia ada di tempat ini karena dia tidak percaya pada Allah yang kekal" Saya kemudian melihat seorang yang lain yang tampaknya memakai seragam tentara. Dia terluka di dada-nya.Saya tanya " Siapa dia?" Raja neraka berkata "Ini Aung San, pemimpin revolusi Myanmar ".Saya kemudian diberi tahu, "Aung San di sini karena dia menyiksa dan membunuh orang-orang Kristen, tapi terutama karena dia tidak percaya Yesus Kristus." Di Myanmar ada pepatah, "Tentara tak pernah mati, hidup terus." Saya diberitahu bahwa tentara neraka mempunyai pepatah "Tentara tak pernah mati, tapi ke neraka selamanya.."Saya amati dan melihat orang lain didanau api itu. Dia orang yang sangat tinggi dan memakai baju baja militer. Dia juga menyandang pedang dan perisai. Orang ini terluka di dahinya. Orang ini lebih tinggi dari siapapun yang pernah saya lihat. Dia enam kali panjang jarak siku sampai ujung jarinya waktu dia luruskan kedua lengannya , ditambah satu jengkal waktu dia rentangkan tangannya. Raja neraka itu berkata orang ini namanya Goliath. Dia di neraka karena dia menghina Allah yang kekal dan hambanya Daud. Saya bingung karena saya tidak tahu siapa itu Goliath dan Daud.Raja neraka berkata, "Goliath tercatat di Alkitab orang Kristen.. Kamu tidak tahu dia sekarang, tapi kalau kamu jadi Kristen, kamu akan tahu siapa dia. "Saya dibawa ke sebuah tempat di mana saya lihat orang kaya dan miskin menyiapkan makan malam mereka.Saya tanya " Siapa yang memasak makanan untuk orang-orang itu?" Raja itu menjawab "Yang miskin harus menyiapkan makanan mereka, tapi yang kaya menyuruh yang lain untuk memasak untuk mereka."Ketika makanan sudah tersedia untuk yang kaya, mereka duduk untuk makan. Segera setelah mereka mulai makan asap tebal keluar. Yang kaya makan secepat sebisa mereka agar mereka tidak pingsan. Mereka berusaha keras untuk dapat bernafas karena asap itu. Mereka harus makan cepat-cepat karena mereka takut kehilangan uang mereka. Uang mereka adalah tuhan mereka.Seorang raja yang lain kemudian datang pada saya. Saya juga melihat satu mahluk yang kerjanya menjaga api di bawah danau api agar tetap panas.Mahluk ini bertanya pada saya "Apa kamu juga akan masuk ke danau api ini? "  Saya jawab, " Tidak! saya di sini untuk hanya mengamati!"Bentuk mahluk yang menjaga api itu sangat menakutkan. Dia punya 10 tanduk dikepalanya dan sebatang tombak di tangannya yang pada ujungnya ada 7 pisau tajam.Mahluk ini berkata "Kamu betul, kamu datang ke sini hanya untuk mengamati. Saya tak temukan namamu disini". Katanya "Kamu harus kembali dari mana kamu datang tadi"Dia menunjukan arah pada saya tempat terpencil rata yang saya lewati sebelumnya waktu datang ke danau api ini.

Keputusan Untuk Memilih Jalan
Saya jalan cukup lama, sampai saya berdarah. Saya sangat kepanasan dan kesakitan. Akhirnya setelah berjalan sekitar 3 jam saya sampai di sebuah jalan yang lebar. Saya berjalan sepanjang jalan ini beberapa lama sampai menemukan persimpangan. Satu jalan arah kiri, lebar. Jalan yang lebih kecil menuju ke sebelah kanan. Ada tanda disimpang itu yang berbunyi jalan kiri untuk mereka yang tidak percaya pada Tuhan Yesus Kristus, jalan yang lebih kecil menuju ke kanan untuk yang percaya Yesus.Saya tertarik melihat ke mana tujuan jalan yang lebih besar itu, jadi saya mulai melaluinya. Ada 2 orang berjalan kira-kira 300 yard di depan saya. Saya coba mengejar mereka agar dapat jalan bersama, tetapi sekerasnya saya coba tak dapat mengejar mereka, jadi saya putar balik dan kembali ke simpang jalan tadi.Saya terus perhatikan kedua orang yang berjalan tadi. Waktu mereka mencapai ujung jalan tiba-tiba mereka ditikam. Kedua orang itu berteriak sangat kesakitan.Saya juga menjerit keras waktu melihat apa yang terjadi pada mereka Saya sadar akhir dari jalan yang lebih lebar sangat berbahaya untuk mereka yang menjalaninya.

Melihat Surga
Saya mulai melangkah ke jalan Orang Percaya. Sesudah berjalan sekitar 1 jam, permukaan jalan berubah jadi emas murni. Sungguh murni sampai-sampai waktu saya lihat kebawah saya dapat melihat bayangan saya dengan sempurna.Kemudian saya lihat seseorang berdiri di depan saya. Dia memakai jubah putih. Saya juga mendengar nyanyian merdu.Oh, alangkah indah dan murninya!Sangat jauh lebih baik dan berarti dibandingkan penyembahan yang kita dengar di gereja manapun di dunia. Orang berjubah tersebut meminta saya berjalan bersamanya.Saya bertanya padanya, "Siapakah namamu?" tetapi dia tidak menjawabnya.Baru sesudah saya tanya dia 6 kali orang itu menjawab, "Saya yang memegang kunci ke surga. Surga tempat yang sangat sangat indah. Kamu tak dapat pergi ke sana sekarang tetapi kalau kamu mengikuti Yesus Kristus kamu dapat pergi ke sana sesudah hidupmu selesai di bumi".Orang itu bernama Petrus. Petrus kemudian meminta saya untuk duduk dan menunjukkan pada saya sebuah tempat di sebelah utara. Petrus berkata, "Lihat ke utara dan lihatlah Allah menciptakan manusia". Saya melihat Allah kekal di kejauhan. Allah berkata pada seorang malaikat, "Mari kita ciptakan manusia." Malaikat itu memohon pada Allah dan berkata, " Jangan menciptakan manusia. Dia akan berbuat dosa dan mendukakan Engkau." (dalam bahasa asli Burma berarti: "Dia akan mempermalukan Engkau")Tetapi Allah tetap menciptakan manusia. Allah meniupkan nafasNya dan manusia itu hidup. Dia memberi nama orang itu "Adam". (catatan: agama Budha tidak percaya penciptaan dunia atau manusia sehingga pengalaman ini sangat besar pengaruhnya pada rahib itu).

Dikembalikan Dengan Nama Baru
Kemudian Petrus berkata, "Sekarang bangunlah dan kembalilah melalui jalan di mana engkau datang. Katakan pada orang-orang yang menyembah Budha dan menyembah berhala. Beri tahu mereka bahwa mereka akan pergi ke neraka bila mereka tidak berubah. Mereka yang membangun kuil/kelenteng dan berhala juga akan ke neraka. Mereka yang yang memberikan persembahan pada para rahib untuk mendapatkan jasa untuk mereka sendiri juga akan ke neraka. Mereka yang menyembah rahib dan memanggil mereka "Pra" (gelar kehormatan bagi rahib) akan ke neraka. Mereka yang menyanyi dan memberikan hidupnya untuk berhala akan ke neraka. Mereka yang tidak percaya Yesus Kristus akan ke neraka."Petrus memberi tahu saya untuk kembali ke bumi dan bersaksi tentang semua apa yang telah saya lihat. Dia juga berkata, " Kamu harus bicara dengan nama yang baru. Sejak saat ini kamu harus dipanggil Athet Pyan Shinthaw Paulu (Paulus yang kembali hidup)."Saya tidak mau kembali. Saya ingin tinggal di surga. Seorang kemudian malaikat membuka sebuah buku. Pertama-tama mereka mencari nama masa kecilku (Thitpin) dalam buku, tapi mereka tak menemukannya. Kemudian mereka mencari nama yang diberikan pada saya waktu masuk agama Budha (U Nata Pannita Ashinthuriya) , tapi juga tidak tertulis disitu.Kemudian Petrus berkata, "Namamu tidak tertulis di sini, kamu harus kembali dan bersaksi tentang Yesus pada orang-orang yang beragama Budha. "  Saya berjalan kembali melalui jalan emas. Saya dengar lagi nyanyian yang merdu, yang tak pernah saya dengar sebelumnya. Petrus berjalan dengan saya sampai saatnya saya kembali ke bumi. Dia menunjukkan pada saya tangga untuk kembali ke bumi antara surga dan langit. Tangga itu tidak sampai ke bumi, tetapi berhenti di udara.Pada saat di tangga saya lihat banyak sekali malaikat, ada yang naik ke surga dan ada yang turun ke tangga. Mereka sangat sibuk. Saya tanya Petrus, " Siapakah mereka?". Petrus menjawab, "Mereka pesuruh Tuhan. Mereka melaporkan ke surga nama-nama mereka yang percaya Yesus Kristus dan nama-nama mereka yang tidak percaya. " Petrus kemudian memberi tahu saya, sudah waktunya untuk kembali.

Hantu!

Tiba-tiba saya mendengar sebuah tangisan. Saya dengar ibu saya sedang menangis, " Anakku, mengapa engkau meninggalkan kami sekarang?" Saya juga mendengar orang-orang lain menangis. Saya kemudian sadar saya sedang terbujur dalam sebuah peti. Saya mulai bergerak.Ibu dan ayahku berteriak, "Dia hidup, dia hidup!" Orang lain yang agak jauh tidak percaya. Kemudian saya taruh tangan saya di kedua sisi peti itu dan duduk tegak. Banyak orang ketakutan. Mereka menjerit, "Hantu!" dan berlari secepat kaki mereka membawanya.Mereka yang tertinggal, diam dan bergemetaran.Saya merasakan saya sedang duduk dalam cairan yang tak sedap baunya, cairan tubuh, cukup banyak untuk dapat mengisi 3,5 gelas. Itu adalah cairan yang keluar dari perut dan bagian dalam tubuhku ketika tubuhku terbujur di dalam peti mati. Inilah sebabnya orang tahu bahwa saya sudah betul-betul mati. Di dalam peti mati ini ada semacam lembaran plastik yang ditempelkan pada kayu peti. Lembaran plastik ini untuk menampung cairan yang keluar dari mayat, karena tubuh orang meninggal banyak mengeluarkan cairan seperti yang saya alami.Saya diberi tahu kemudian bahwa hanya beberapa saat lagi saya dikremasi dalam api. Di Myanmar orang mati dimasukan kedalam peti mati, tutupnya kemudian dipaku, dan kemudian dibakar. Ketika saya kembali hidup, ibu dan ayahku sedang melihat tubuhku untuk terakhir kalinya. Sesaat lagi tutup peti akan segera dipaku dan saya akan dikremasikan. Saya segera mulai menjelaskan hal-hal yang saya lihat dan dengar. Orang-orang merasa heran.Saya ceritakan orang-orang yang saya lihat di dalam danau api itu, dan memberi tahu hanya orang Kristen yang tahu kebenaran, bahwa nenek moyang kita dan kita sudah tertipu ribuan tahun! Saya beri tahu mereka segala sesuatu yang kita percayai adalah kebohongan.Orang-orang merasa heran sebab mereka tahu rahib macam apa saya dan bagaimana bersemangatnya saya dalam pengajaran Budha. Di Myanmar ketika seseorang meninggal, namanya dan umurnya ditulis disamping peti mati. Ketika seorang rahib meninggal, namanya, umurnya dan masa pelayanannya sebagai rahib dituliskan di samping peti mati. Saya sudah ditulis mati tetapi seperti yang anda lihat, sekarang saya hidup!

Penutup

Sejak "Paul yang kembali hidup" mengalami kisah di atas dia tetap menjadi saksi yang setia kepada Yesus Kristus. Para Gembala di Burma mengabarkan bahwa dia sudah membawa ratusan rahib lain untuk beriman kepada Yesus.Kesaksiannya jelas sekali tak berkompromi. Oleh sebab itu, pesan dia telah menyakitkan banyak orang yang tidak dapat menerima hanya ada satu jalan ke surga, Yesus Kristus.Walaupun menghadapi penolakan yang sangat besar, pengalamannya sungguh nyata sehingga ia tak pernah ragu maupun bimbang. Setelah sekian tahun dalam lingkungan biara Budha, sebagai pengikut ajaran Budha yang setia, beralih menyatakan Injil Kristus sesudah kebangkitannya dari mati dan mendesak rahib yang lain untuk meninggalkan semua dewa-dewa palsu dan menjadi pengikut Yesus dengan sepenuh hati. Sebelum sakit dan matinya dia tidak punya pengetahuan sedikitpun tentang ke-Kristenan. Semua yang dia dapatkan selama 3 hari dalam kematian adalah baru dalam fikirannya.. Dalam mengabarkan pesannya sebanyak mungkin pada orang-orang.Lazarus modern ini mulai membagikan audio dan video kaset mengenai kisahnya. Polisi serta pihak berwenang di Myanmar sudah berusaha sekuatnya untuk mengumpulkan kaset-kaset ini dan memusnahkannya.Kesaksian yang baru saja Anda baca adalah salah satu terjemahan dari kaset itu. Kami diberi tahu bahwa sekarang sangat berbahaya bagi warga Myanmar untuk memiliki kaset ini. Kesaksiannya yang tak kenal takut telah membuatnya dipenjara, di mana yang berwenang telah gagal menawarkan dia untuk bungkam. Sesudah dilepaskan dia terus bersaksi tentang apa yang dia lihat dan dengar.Keberadaannya sekarang tidak jelas. Seorang nara sumber di Burma mengatakan bahwa dia di penjara dan bahkan mungkin sudah dibunuh, sumber lain mengabarkan bahwa dia sudah dilepaskan dari penjara dan sedang meneruskan pelayanannya..