Sabtu, 14 Juli 2012

NABI ISA AKAN MEMBUNUH BABI DAN MEMATAHKAN SALIB


Pengajaran khusus untuk umat Kristiani

Tulisan ini bukan untuk perdebatan dengan kaum nonKristen, tetapi untuk para pengikut Kristus. Di mana pun Saudara berada, saya rindu meneguhkan kembali iman akan YESUS yang adalah sungguh-sungguh ALLAH dan sungguh-sungguh manusia.

Pada beberapa blog, mungkin Saudara membaca tulisan tentang nabi Isa akan datang sebagai hakim untuk membunuh babi dan mematahkan salib. Adakah penjelasan-penjelasan yang tertera dalam blog-blog tersebut menggoncangkan iman Saudara?

1- Hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata :

Artinya : Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda : demi yang jiwaku ditanganNya sungguh hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai Hakim yang Adil, Dia mematahkan salib, dan membunuh babi, dan meletakkan Jizyah, tidak menerimanya dari
orang kafir, datang harta yang banyak namun tidak ada seorangpun yang mau menerimanya, sehingga satu sujud lebih baik dari dunia seisinya, kemudian Abu Hurairah berkata : jika kalian mau bacalah ayat Allah : (( Tidak seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka)).

Saudara-saudariku yang terkasih dalam KRISTUS,

Mematahkan salib itu artinya BUKAN membinasakan umat Kristen. Salib ialah lambang kematian. Jadi, mematahkan salib berarti mematahkan kematian dan memberikan kebangkitan serta hidup kekal.

Gal 2:19

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus…..

1 Tes 4:14

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Membunuh babi itu artinya BUKAN membunuh babi betulan. Jadi, besok kalau YESUS datang untuk kedua kalinya, DIA akan membunuh semua babi di dunia, begitukah? Kalau ditafsirkan seperti itu, lalu kenapa TUHAN menciptakan babi? Mendingan babi nggak usah diciptakan aja sejak awal kalau ujung-ujungnya cuma dibunuh. Babi itu ialah lambang orang-orang yang tidak percaya akan TUHAN yang disebut juga orang-orang kafir.

Mat 7:6

Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.

Babi tidak tahu kalau mutiara itu amat sangat berharga. Sama seperti orang-orang tidak percaya yang tidak tahu kalau TUHAN itu amat berharga bagi orang percaya.

Why 21:8 
….orang-orang yang tidak percaya…..mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.


Umat muslim menganggap bahwa Nasrani itu kaum kafir. Tunggu dulu. Kafir itu kan artinya tidak percaya akan keberadaan TUHAN. Nah, umat Kristen itu percaya kalau TUHAN itu ada. Jadi, yang dimaksud kafir itu lebih tepat ditujukan untuk orang-orang atheis (tidak mempercayai adanya TUHAN), bukan Kristen. Sampai di sini Saudara paham?

Selanjutnya, saya ingin meluruskan tentang babi yang haram, tapi kok dimakan oleh orang Kristen. Perintah untuk tidak boleh makan babi itu ada di Imamat 11. Yang diperintahkan itu Kristen, kok yang melakukan malah Muslim?

Kenapa waktu itu Israel tidak boleh makan babi? Segala sesuatu yang tidak boleh di perjanjian lama adalah keputusan dari TUHAN. Saat itu, TUHAN ingin melihat bangsa Israel taat atau tidak. Tahu sendiri kan bangsa Israel itu ‘ngeyelnya’ kayak apa. Mereka sudah melihat sendiri bagaimana TUHAN membelah lautan, bagaimana TUHAN memberi manna, memberi air secara ajaib, dll, tapi masih aja berbuat dosa yang sama, malah mau balik lagi ke Mesir. Kalau Saudara membaca kitab Keluaran, saya yakin Saudara pasti akan merasa sebal sendiri pada umat Israel. Bebalnya nggak ketulungan. Tapi, Allah kita itu panjang sabar dan baik, Saudara. Beruntung kita memiliki Allah yang seperti itu.

Alasan mengapa babi, unta, kelinci, dll tidak boleh dimakan, semuanya berdasarkan pertimbangan dari TUHAN sendiri. Kita tidak tahu. Mungkin untuk menjaga agar umat Israel tidak sakit-sakitan, bisa saja kan? Kita tidak bisa mengerti pikiran ataupun pertimbangan TUHAN karena otak kita suaangaaaat uamaaaat terlaluuuuu keciiiiiiiiil untuk memahaminya.

Kita lihat perjanjian baru saat TUHAN datang, menjelma sebagai manusia yang kita panggil YESUS.

Markus 7:18-23

Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

TUHAN YESUS datang untuk menggenapi hukum Taurat dengan menyatakan bahwa semua makanan boleh dimakan asalkan diterima dengan ucapan syukur, dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa. Bukan dihapuskan, lho, ya, tapi digenapkan. Babi sebenarnya tetap tidak boleh dimakan, tapi kemudian dilengkapi oleh YESUS. Makanan babi boleh dimakan setelah dikuduskan dengan firman dan doa. Makanya kita harus berdoa pengudusan makanan dulu sebelum makan. Jadi, firman di Perjanjian Lama dilengkapi di sini.

1 Tim 4:4-5
Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Sekarang, saya bertanya kepada Saudara. Apakah mungkin ALLAH bisa menciptakan sesuatu yang haram? ALLAH itu Mahasuci dan tentu saja sangat membenci ketidaksucian. Jadi segala sesuatu yang diciptakan oleh ALLAH adalah suci, tidak ada yang haram.

Kata haram memiliki pengertian menentang keputusan TUHAN.  Segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan, semua hal-hal jahat inilah yang diharamkan oleh TUHAN. BUKAN makanannya.

TUHAN YESUS sudah menyatakan semua makanan halal. Apakah Saudara masih ragu dengan pernyataan TUHAN ini?

Yang jadi pergumulan kita sebagai umat Kristiani itu seharusnya bukan boleh atau tidaknya makan babi - ngapain jadi ‘galau’ karena hal itu? - Namun, ketaatan kita untuk melaksanakan firman TUHAN. Tujuan kita bukan untuk membuat semua orang makan babi, kan, tapi menjarah sebanyak mungkin jiwa untuk jadi pengikut Kristus dan diselamatkan dari api neraka. Amin.

TUHAN memberkati ^_^

4 komentar:

  1. Saudara nasrani ini aneh, hadist sudah jelas malah ditafsirkan, mematahkan salib ya mematahkan sebab yesus ndak pernah disalib dan meluruskan hal itu. Sedang ayat alkitab yang harus dimaknai mendalam malah diterima begitu saja (letterluk), seperti perkataan Yesus ( Yohanes 14:6 ) "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. yang artinya bahwa untuk beribadah kepada Tuhan adalah melalui ajaran Yesus bukan orangnya

    BalasHapus
  2. [QS 3:78] Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

    BalasHapus
  3. Hanya sedikit saja yg mengikutkan frasa ' mematahkan salib dan membunuh babi' pd cuplikan hadist di atas, di mana kedua frasa ini adalah frasa krusial dlm tubuh kekristenan, sbab hadist ini diawali dg ungkapan yg sepertinya mengagungkan yesus yg akan menjadi hakim yg adil, tapi cerita selanjutnya malah menohok kuping orang2 kristen, mematahkan salib dan membunuh babi, di mana babi dan salib lekat sekali atw identik dg orang2 kristen dmana saja dan dlm periode pra maupun sesudah Islam. Pada umumnya para netter kristen hanya menekankan pd frasa 'hakim yang adil' yg justru malah menggambarkan para neter kristen ini sbgai sosok yg tdk adil karena tdk menggambarkan seluruhnya pekerjaan apa saja yg dilakukan yesus saat kedatangannya kali kedua.

    Membahas istilah 'kafir' yg dinukil dari hadist Nabi, maka penjabarannya pun harus dari kacamata Islam. Lain ceritanya bila mngartikan istilah kafir yg diambil dr ayat al kitab.

    Secara bahasa, kafir diartikan menutupi, menyembunyikan, ingkar.
    Secara istilah, kafir adalah setiap tindakan manusia yg mengingkari nikmat Allah. Di dalam Islam, nikmat yg teragung yg dianugerahkan kpd manusia adalah nikmat Iman dan Islam.
    Dalam qur'an istilah kafir diartikan lebih detil dlm beberapa poin, seperti;
    -Kafir adalah setiap manusia yg menganggap Allah adalah satu dari yg tiga (Allah adalah salah satu oknum trinitas)-QS. 5 : 72
    -Kafir adalah bila manusia menganggap Allah adalah Yesus, atw sebaliknya. -QS. 5 : 17
    -Kafir adalah setiap manusia yg menyembah kpd selain Allah.-QS 60: 4

    Sedangkan menurut kekristenan, kafir adalh orang2 yg tidak mengenal tuhan, sedangkan tuhan mereka adalah yesus. Dan kata BABI pd hadist diatas ditafsirkan sebagai Kafir.

    Jadi ketika Nabi melafalkan sabda tsb di depan para sahabat apakah Nabi sedang berbicara kepada para babi/orang kafir? Sebab para sahabat Nabi tdk mengenal yesus sebagai tuhan, akan tetapi sebagai utusan tuhan. Jika BABI ditafsirkan sebagai kafir itu betul, jika pengertian kafir diambil dr sudut pandang Qur'an, yakni orng2 yg menganggap Allah adalah yesus (QS. 5 : 17)
    Jadi kata BABI ditafsirkan sebagai orang2 kristen. Ini yg benar.

    Sedang utk kata 'salib', Islam tdk pernah menyimbolkan kematian dg lambang salib. Islam mengartikan salib sebagai simbol setan, lambang kekafiran, sebab setan adalah seteru tuhan dan selamanya kafir. Sedangkan menurut keyakinan Yahudi salib adalh simbol kutukan dan kenistaan. Maka salib digunakan bangsa yahudi utk menghukum mati manusia2 terkutuk dan nista, dan yesus menurut yahudi adalah manusia hina dan terkutuk maka bersekongkollah mereka dg pilatus utk menggantungnya di palang kayu hinaan.


    BalasHapus